Oleh I Ngurah Suryawan
Meski bukan hal baru, kisah ironi tanah-tanah Bali yang dilalap investor terasa sangat menyesakkan. Kali ini dengan “menjual mimpi” megahnya pariwisata, 80% tanah di pesisir pantai di Kabupaten Tabanan dikuasai investor (Bali Post, 1 Juli 2009). Terbuai dengan mimpi-mimpi glamour pariwisata, rakyat dan pejabat menjual tanahnya dengan harapan bisa mendapatkan tetesan madu pariwisata. Tapi apa lacur, tanah sudah terjual, mimpi mendapatkan kesejahteraan dari pariwisata hanyalah isapan jempol.
Meski bukan hal baru, kisah ironi tanah-tanah Bali yang dilalap investor terasa sangat menyesakkan. Kali ini dengan “menjual mimpi” megahnya pariwisata, 80% tanah di pesisir pantai di Kabupaten Tabanan dikuasai investor (Bali Post, 1 Juli 2009). Terbuai dengan mimpi-mimpi glamour pariwisata, rakyat dan pejabat menjual tanahnya dengan harapan bisa mendapatkan tetesan madu pariwisata. Tapi apa lacur, tanah sudah terjual, mimpi mendapatkan kesejahteraan dari pariwisata hanyalah isapan jempol.